Tips Pinjam Dana Cepat Tanpa Mengabaikan Unsur Keamanan 

Pinjam dana kini tidak perlu sulit. Anda bisa memanfaatkan berbagai saluran peminjaman uang sebagai sarana menyelesaikan kebutuhan finansial yang mendesak. Misal, ketika memerlukan biaya renovasi untuk rumah lantaran atapnya yang bocor. Tidak harus menunggu waktu lama sampai tabungan terkumpul, kegiatan peminjaman uang adalah solusinya. Pada bagian selanjutnya, akan dibahas mengenai beberapa saluran 

Pinjam Dana di Bank Sesuai Prosedur di Tahun 2021

Eksistensi bank yang ada di Indonesia tidak bisa terlepas dari produk pinjam dana. Senada dengan visi perbankan untuk menyalurkan dana kepada masyarakat dalam bentuk kredit, Anda bisa memanfaatkan berbagai opsi pilihan produk kredit bank. 

Bisa pula memilih jenis pinjaman sesuai kebutuhan. Misal, saat ingin mempunyai hunian idaman dapat menggunakan produk Kredit Pemilikan Rumah atau KPR. 

Konsekuensi dari pengajuan kredit di bank, yakni Anda harus mengikuti seluruh syarat dan ketentuan yang berlaku. Yang mana pinjaman dana dari bank umumnya selalu berkaitan dengan agunan. Baik itu yang sifatnya pinjaman produktif maupun konsumtif. 

Sebagai contoh, pinjaman dana jaminan BPKB kendaraan bermotor untuk mencairkan limit tertentu. Jaminan dalam hal ini berperan sebagai aspek pengaman dari kredit. Tanpa adanya jaminan, saat terjadi wanprestasi oleh debitur menjadi tidak ada benda berharga yang bisa dieksekusi. 

Namun, hal tersebut tidak menutup kemungkinan bahwa ada juga pinjaman dana tanpa jaminan di bank. Produk kredit ini biasa disebut sebagai KTA. KTA sendiri merupakan kepanjangan dari Kredit Tanpa Agunan. 

Selaras sebagaimana nama yang melingkupinya, pihak pemohon tidak perlu menyerahkan jaminan guna memperoleh pencairan kredit. Sehingga, Anda bisa menerima plafon pinjaman sekalipun tidak memiliki agunan. 

Akan tetapi, tentu terdapat syarat-syarat yang harus dipenuhi agar produk  KTA bank bisa cair. Pada Bank BNI misalnya, KTA hanya bisa dipakai untuk nasabah payroll. Bagi Anda yang tidak ingin KTA payroll, solusinya adalah mencari bank yang menyediakan produk KTA non payroll. Seperti, KTA BRI, KTA BCA, dan lain-lain. 

Pencairan Dana Jaminan KTP Melalui Pinjaman Online

Selain melalui perbankan sebagai lembaga keuangan, pinjam dana secara mudah sekaligus cepat bisa dilakukan melalui pemanfaatan pinjaman online. Siapa yang tidak kenal pinjaman online atau pinjol, layanan finansial soal pinjam meminjam yang pencairannya super cepat. 

Keuntungan utama yang bisa didapatkan di balik proses pencairannya yang tidak memakan waktu lama, yaitu pinjaman dana online umumnya tidak mensyaratkan agunan. Cukup dengan melengkapi persyaratan dokumen, termasuk KTP, limit kredit kemungkinan sudah bisa cair. Untuk itu, tidak mengherankan apabila fintech P2P lending dapat disebut pula sebagai pinjaman dana jaminan KTP

Namun, perlu diperhatikan bahwa tidak semua platform pinjaman dana tunai berbasis online itu layak untuk dipakai. Sebab, menurut data SWI OJK masih banyak menjamur fintech P2P lending ilegal yang sangat berisiko di Indonesia. Menanggapi hal tersebut, sebaiknya Anda tidak asal saja dalam memilih pinjaman online yang pas. Pastikan bahwa yang dipakai itu platform P2P lending yang sudah berstatus legal. 

Beberapa deretan pinjaman online legal di Indonesia, meliputi Finmas, Julo, Kredivo, Akulaku, Investree, dan lain-lain. Melalui pinjol, bisa didapatkan pinjaman dan tunai. Bisa pula dalam bentuk pay later selayaknya mekanisme pada credit card tetapi tidak perlu adanya kartu kredit. Anda dapat memilih mana jenis pinjaman yang pas sesuai kebutuhan. 

Sebelum Menggunakan Pinjaman Dana Tunai, Pastikan Legalitas Platform

Telah disinggung pada bagian sebelumnya, pinjam dana dapat dilakukan melalui perbankan serta pinjaman online. Ketika butuh pinjaman dana pribadi tidak menutup kemungkinan jika Anda ingin menggunakan fasilitas lain di samping yang diberikan oleh bank dan pinjol. Misal, mengajukan pinjaman dana cepat cair di Pegadaian, koperasi, maupun lembaga keuangan yang lain. 

Dalam hal pemanfaatan platform pinjaman tertentu, pastikan terlebih dahulu legalitasnya. Baik itu bank, pinjol, atau yang lain jangan sampai Anda terjerat lembaga keuangan ilegal. Sebab, risikonya sangat besar. 

Mulai dari penyebaran data pribadi debitur yang telah diinputkan guna pencairan pinjaman. Hingga berbagai risiko lain misalnya berupa pembebanan bunga yang super mencekik. Daripada harus menanggung kerugian tiada habis, lebih baik menggalakkan upaya preventif dahulu.