Antisipasi Maraknya Kasus Covid-19, Mahasiswa UIN Walisongo Datangkan Pemateri Universitas Al-Azhar

Kelompok 136 KKN Reguler Dari Rumah (DR) angkatan ke-75 UIN Walisongo menyelenggarakan Webinar Nasional terkait Pendidikan dan Dakwah dengan topik “Pentingnya Pemahaman Maqasidu Syariah (Hifdzu Nafsi) sebagai Upaya Menurunkan Tingginya Kasus Covid-19 di Indonesia” melalui aplikasi konferensi Zoom, Selasa (20/10/2020).

Webinar ini merupakan program kerja perdana yang telah rilis dari kelompok 136 KKN DR dengan mendatangkan mahasiswa Ushuluddin Universitas Al Azhar Mesir, Rahmatul Syamsabir sebagai pemateri.

Koordinator kelompok, Ilham Nurbali Romli menyampaikan bahwa anggota kelompok 136 ini terdiri dari berbagai daerah di Indonesia sehingga tidak memungkinkan pelaksanaan kegiatan dilakukan secara tatap muka (offline).

“Anggota kelompok kita berasal dari wilayah yang berbeda-beda. Beda provinsi, beda kota, dan lain sebagainya. Maka dari itu setiap kegiatan kita laksanakan secara online,” ungkap mahasiswa UIN Walisongo jurusan Ilmu Falak tersebut.

Selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Dwi Hartati, S. Gz., M. Gizi memberikan pandangan bahwa mahasiswa peserta KKN merupakan kelompok manusia enerjik yang tumbuh di era Milenial.

“Mereka adalah kaum intelektual yang sangat cerdas dalam menyusun kegiatan besar yang seharusnya dilaksanakan langsung melaui sebuah pertemuan, namun diusung dengan konsep virtual yang terkonsep secara sempurna sehingga kegiatan ini tetap terlaksana dengan sangat luar biasa,” tutur dosen gizi tersebut saat memberikan sambutan.

Beliau juga memberikan apresiasi dengan terlaksananya agenda Webinar ini.

“Karena hanya dengan gawai yang berada di genggaman anak-anak kita ini, terkonsep sebuah acara seminar secara virtual padahal lokasi mereka ini tersebar di seluruh Nusantara,” pungkasnya.

Webinar ini adalah langkah mahasiswa UIN Walisongo untuk meramu keilmuan agama dan sains dalam paradigma kesatuan ilmu pengetahuan (Unity of Science).

Adanya Maqasidu Syariah bermaksud untuk menelaah tujuan dari adanya syariat dan rahasia-rahasia atau hikmah dari setiap hukum yang telah diciptakan oleh Sang Pencipta.

Rahmatul Syamsabir selaku pemateri menjelaskan bahwa Hifdzu Nafsi berarti menjaga jiwa dari sesuatu yang dapat mencelakakannya baik dari yang mencelakakan diri pribadi maupun orang banyak (internasional).

Dalam konteks pandemi Covid-19, pemahaman akan pentingnya Hifdzu Nafsi sangat dibutuhkan agar terhindar dari wabah.

Setelah pentinya pemahaman akan Hifzu Nafsi, Syamsabir menyampaikankan bahwa dibutuhkan juga melakukan upaya-upaya dengan menjaga kesehatan sesuai perintah dari waliyul amr atau pemerintah yang diwakilkan kepada ahli kesehatan, yaitu para ahli medis. Barulah kita bertawakkal kepada Allah semoga wabah ini tidak sampai menyakiti kita. (Harli/Red: Fahri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *