SERBA SERBI POSKO MUDIK

Serba-Serbi Posko Mudik 2019

Posko mudik merupakan program kerja dari P3M CSSMoRA Nasional yang dilaksanakan sekali setahun pada bulan Ramadhan. Seperti tahun-tahun sebelumnya, pada Senin s/d Rabu (29-31/5) kemarin, CSSMoRA Kembali mengadakan acara posko mudik di dua kawasan yang berbeda, yakni di Kota Pasuruan dan Kota Semarang.

Kota yang terkenal dengan Masjid Cheng Ho ini menjadi tujuan untuk dilaksanakannya posko mudik sejak tahun-tahun sebelumnya. Pasalnya, kawasan ini ramai akan pengunjung baik pemudik maupun hanya sekedar rekreasi. “Tahun ini posko mudik Pasuruan ramai akan pengunjung ketimbang tahun sebelumnya.” Ujar Nurwah, selaku koordinator P3M Nasional yang juga mengikuti posko mudik di kota yang sama.

Di balik itu, posko mudik Pasuruan memiliki lebih banyak volunter dan panitia yang berasal dari berbagai PTN yang berbeda, baik dari UIN Syarif Hidayatullah, UGM dan lainnnya. Hal ini berbeda dengan posko mudik Semarang yang mengalami kekurangan volunter khususnya di bidang medis. “Volunter merupakan suatu hal yang penting dalam kegiatan ini. Jika tidak ada volunter, maka hal tersebut akan menjadi suatu pertimbangan dan kendala juga.”  Ujar Irkham, selaku Ketua Umum CSSMoRA Nasional.

Ia juga menambahkan bahwa acara posko mudik bukan hanya milik pengurus CSSMoRA Nasional semata, namun juga berlaku bagi CSSMoRA secara keseluruhan.

Di sisi lain, Niken selaku ketua panitia posko mudik Semarang mengatakan, “karena kesibukan masing-masing, akhirnya kita mengalami kekurangan volunter. Sehingga hari ini pun tidak ada tenaga medis yang berjaga di posko.”

Namun meski memiliki beberapa kendala, Mas’udah selaku PJ posko mudik Semarang mengaku bahwa dengan kekurangan yang ada, maka pengabdiannya lebih dapat dirasakan oleh setiap panitia maupun volunter yang hadir. Selain itu, ketua panitia posko Semarang juga mengatakan, “Kegiatan ini merupakan pengabdian ke masyarakat. Dimana kita langsung terjun ke masyarakat, dan masyarakat dapat merasakan apa yang telah kita dapatkan di perkuliahan. Contohnya seperti volunter-volunter itu. Dan kita juga bisa bagi-bagi rezeki dan takjil, gitu.”

Mewakili pasien yang datang, Dinda selaku ketua panitia posko mudik Pasuruan mengatakan, “beberapa pasien yang datang kemarin merasa senang karena bisa cek kesehatan, bekam, dan pijat gratis tentunya. Bahkan mereka ada yang bertanya, kenapa kok posko mudik ini waktunya cuma sebentar, tidak ditambah lagi.”

Ia juga berharap agar posko mudik ke depan lebih diperpanjang waktunya, agar pengabdiannya lebih terasa. Selain itu, harapannya untuk panitia ke depan diusahakan dapat tembus ke sponsor. (Df)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *