Menyelami Fungsi CSSMoRA Nasional

CSSMoRA merupakan organisasi besar yang mewadahi seluruh mahasiswa penerima Program Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB) dan tersebar di 14 universitas di Indonesia. Organisasi yang tersebar di banyak tempat itu secara struktural berada di bawah CSSMoRA Nasional yang menjadi pemantau berjalannya kegiatan mahasiswa PBSB di berbagai universitas.

Jum’at, 10 mei lalu, hari pertama pelaksanaan agenda nasional yakni Musyawarah Pimpinan Nasional (Muspimnas), menghadirkan setiap Ketua Umum CSSMoRA Perguruan Tinggi (PT) serta sekretarisnya, juga perwakilan setiap departemen dalam kepengurusan CSSMoRA Nasional dan BSO Santri.

Acara dimulai dengan sharing session yang dipimpin langsung oleh Ketua Umum CSSMoRA Nasional, M. Irkham Maulana. “Sesi ini lebih pada forum dengar silaturahmi antar CSSMoRA PT, agar bisa tau latar belakang dari masing-masing PT,” ungkap ketua panitia Muspimnas, Ziddan.

Pada sesi ini banyak yang mempertanyakan perihal peran dan fungsi CSSMoRA Nasional terhadap anggota CSSMoRA di setiap PT. Hal ini diduga karena gerakan dari CSSMoRA Nasional yang jarang menyentuh anggotanya.
Bahkan dari survey yang telah dilakukan dan ditanggapi oleh delapan dari 14 ketua CSSMoRA PT, ada lima yang mengharapkan adanya sosialisasi lebih lanjut mengenai pendalaman pemahaman tentang hal tersebut, juga bagaimana program kerja yang dilaksanakan efeknya dapat dirasakan anggota.

“CSSMoRA Nasional itu jangan disamakan dengan CSSMoRA Perguruan Tinggi, gerakan mereka tidak menyentuh anggotanya langsung, tapi melalui badan pengurus CSSMoRA PT yang ada di sana,” ungkap M. Irkham Maulana dalam sambutannya membuka sharing session.

Ia menambahkan bahwa CSSMoRA Nasional secara garis besar memiliki dua fungsi, yakni advokasi dan mediasi. Advokasi memiliki artian bahwa CSSMoRA Nasional bersifat instruktif dan koordinatif. Sebagai bagian tertinggi dalam komunitas, CSSMoRA Nasional memiliki peranan untuk menginstruksikan dan berkoordinasi dengan CSSMoRA Perguruan Tinggi dalam melakukan kegiatan organisasi maupun yang menjadi instruksi Kemenag.
Sedangkan mengenai fungsi mediasi, Irkham memaparkan kalau CSSMoRA Nasional berperan sebagai mediator atau penghubung aspirasi anggota kepada Kemenag, maupun sebaliknya.

“Ya misalkan ada keluhan, saran, masukan atau aspirasi apapun dari anggota yang ingin disampaikan kepada Kemenag, itu nanti CSSMoRA Nasional yang akan menyampaikan kesana,” pungkas pria berkacamata itu via voice note whatsapp. (Fjr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *