KASUBDIT PD PONTREN: SANTRI ADALAH PEMIMPIN MASA DEPAN BANGSA

Sabtu (20/04) CSSMoRA Nasional selenggarakan pelantikan pengurus dan musyawarah kerja CSSMoRA Nasional di Asrama Haji Yogyakarta, Yogyakarta.

Pengurus yang dilantik berjumlah 60 orang dengan 32 pengurus CSSMoRA Nasional serta 28 pengurus Badan Semi Otonom (BSO) Santri untuk kepengurusan periode 2019/2020.

Para pengurus CSSMoRA Nasional langsung dilantik oleh Kasubdit Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren, Dr. H. Basnang Said, S.Ag, M.Ag. Sedangkan para pengurus BSO Santri dilantik oleh Ketua Umum CSSMoRA Nasional periode 2019/2020, Muhammad Irham Maulana.

Santri Untuk Negeri

Kasubdit Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren, Dr. H. Basnang Said, S.Ag, M.Ag. menyampaikan bahwa negara tengah berupaya memberikan jalan bagi anak-anak Pondok Pesantren agar memiliki Masa depan yang baik.

“Kalian patut berbangga karena Negara sedang mendesain masa depan kalian. Apa yang disebut mendesain, (yakni) mencarikan cara supaya anak-anak pondok Pesantren memiliki masa depan”, ujarnya ketika berbicara di forum dialog setelah pelantikan.

Menurut beliau, Pondok Pesantren yang sekarang banyak dibahas paling tidak memiliki tiga hal yang pokok, yakni: Pesantren berfungsi sebagai lembaga pendidikan, lembaga dakwah, serta lembaga pemberdayaan masyarakat.

Adapun saat dialog yang disampaikan, beliau selaku Kasubdit PD Pontren menyampaikan bahwa para Santri harus mengembangkan prestasi akademik.

“Santri PBSB harus menonjolkan dan mengembangkan prestasi akademik. Prestasi akademik ya IPK nya. Lalu harus menyelesaikan studi tepat waktu,” ujar pria asal Makassar tersebut.

Tak hanya prestasi akademik, beliau juga mengimbau agar para Santri PBSB untuk berprestasi dalam hal non akademik.

“Prestasi non akademik, (contohnya) ketika ada kegiatan di kampus. Kalian harus mengambil alih kepemimpinan. Ada perebutan kekuasaan dengan politik. Maka Santri PBSB tidak boleh hanya berada dalam lingkup CSSMoRA saja tapi harus mencari peluang-peluang untuk menjadi pemimpin di masa yang akan datang”, ujarnya.

Terakhir beliau berpesan agar para santri untuk belajar ilmu kepemimpinan.

“Santri PBSB jangan hanya 3k, kuliah, pulang, kampung. Lalu melewati hari-harinya terus begitu. Tapi belajarlah ilmu kepemimpinan”, tambahnya. (Harlianor)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *