MANAJEMEN MAJALAH ALA REDAKTUR BANGKIT

“Redaktur, layouter, marketing dan iklan itu sama-sama penting” ungkap Nur Rokhim dalam acara workshop kepenulisan yang diselenggarakan oleh BSO Santri CSSMoRA. Acara yang diselenggarakan di BLK Aisyiyah Yogyakarta pada tanggal 16 Februari 2019 tersebut merupakan sebuah rangkaian dari kegiatan Temu Nasional dan Seminar BSO Santri yang diadakan selama tiga hari dari tanggal 15-17 Februari 2019. Nur Rokhim sebagai salah satu pemateri Workshop Kepenulisan tersebut ┬ámerupakan sekretaris redaksi majalah Bangkit Jogja yang mendapat bagian untuk memaparkan materi manajemen majalah.

Beliau memaparkan bahwa majalah menurut segi tema yang diangkat dapat terbagi menjadi dua. Pertama, majalah umum yang dapat mengangkat bahasan secara universal. Kedua, majalah khusus yang mengangkat tema dengan bahasan-bahasan tertentu sesuai dengan tujuan majalah tersebut. Majalah Santri termasuk dalam golongan kedua, karena tema yang diangkat dalam mjalah santri berhubungan dengan santri, pesantren dan agama Islam.

Sebuah majalah memilki karakteristik untuk membedakannya dengan karya-karya tulisan lain. Penyajian lebih dalam, nilai aktualitas yang lebih lama, gambar atau foto dengan kuantitas lebih serta sampul sebagai daya tarik sebuah majalah merupakan ciri khas sebuah majalah. Komponennya terdiri dari redaktur, layouter, marketing dan iklan yang memiliki peran penting dalam bidang masing-masing. Nur Rokhim mengibaratkan ketiga komponen tersebut sebagai pemahat, desainer dan pengecat yang memiliki peranan penting dalam manfaat dan populernya sebuah karya. “Semuanya itu penting. Kalau satu macet yang lain nggak bisa jalan” ucap beliau.

Dalam memproses sebuah majalah juga diperlukan beberapa tahap. Di antaranya, pembuatan tim redaksi yang memegang unsur penting dalam pembuatan majalah. Begitu juga penetapan visi dan misi, penentuan segmentasi majalah dan penentuan distribusi majalah. Selanjutnya memasuki tahap pengonsepan majalah yang terdiri dari pembuatan nama majalah, pemilihan rubrik, jumlah halaman, ukuran halaman serta jenis kertas yang akan digunakan.

Tahap akhir adalah tahap pembuatan yang terdiri dari pencarian berita, menulis artikel, mengoreksi tulisan yang dilakukan oleh redaktur. Kemudian menjadi tugas layouter mendesain majalah dan sampul, mengoreksi hasil desain, cetak coba yang dilanjutkan dengan finishing. Hingga tahap akhir adalah distribusi majalah sehingga dapat sampai di tangan pembaca yang menjadi objek sasaran majalah. (Khoir)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *