BioDiesel, Solusi Bahan Bakar Masa Kini

Berbicara masalah kebutuhan bahan bakar, kita perlu sadar bahwa bahan bakar yang sejatinya akan selalu diperlukan namun persediaan bahan bakar di bumi kian hari kian menipis. Sementara itu kebutuhan akan bahan bakar kian hari kian bertambah karena bertambahnya jumlah manusia serta perkembangan teknologi yang terus meningkat. Peningkatan yang terus terjadi baik dari segi kebutuhan bahan bakar, jumlah manusia serta perkembangan teknologi menyebabkan kebutuhan energi juga terus meningkat.

Oleh sebab itu maka diperlukan suatu perubahan dasar mengenai sumber energi, karena bahan bakar merupakan bahan yang tidak dapat diperbarui maka sangat perlu untuk menemukan sumber energi alternatif untuk menggantikan sumber energi fosil yang perlahan-lahan mulai habis. Salah satu jenis dari energi alternatif tersebut adalah biofuel atau Bahan Bakar Hayati.

BioFuel adalah setiap bahan bakar baik padatan, cairan ataupun gas yang dihasilkan dari bahan-bahan organik. BioFuel dapat dihasilkan secara langsung dari tanaman atau secara tidak langsung dari limbah industri, komersial, domestik atau pertanian. Salah satu contoh dari BioFueladalah BioDiesel, yang merupakan bahan bakar alternatif yang mampu mengurangi efek rumah kaca akibat penggunaan bahan bakar fosil seperti minyak bumi serta penggunaan BioDiesel telah menjadi wajib di beberapa negaramaju. Pengguna BioDiesel terbesar ialah Eropa.

BioDiesel diproduksi dari minyak nabati atau lemak hewan menggunakan transesterifikasi lemak dan minyak nabati dengan bantuan adanya katalis oleh alkoholprimer yang digunakan untuk mengubah minyak dasar menjadi ester yang diinginkan dan membuang asam lemak bebas yang ada dan biodiesel merupakan cairan yang komposisinya mirip dengan diesel (solar) dari minyak bumi. Bunga matahari, kedelai, dan minyak kelapa merupakan bahan utama untuk produksi BioDiesel di seluruh dunia, namun ada beberapa variasi lokal dalam produksi bahan utama. Di Brasil, misalnya, 80% dari biodiesel yang dihasilkan pada tahun 2010 berasal dari minyak kedelai.

Peningkatan yang cukup besar dalam produksi biodiesel sebagai bahan bakar alternatif di seluruh dunia semenjak 5 tahun terakhir mengakibatkan meningkatnya jumlah gliserol, yang merupakan salah satu komponen dalam limbah industri BioDiesel. Semakin meningkat produksi BioDiesel, maka limbah gliserol yang dihasilkan juga semakin meningkat. Meskipun gliserol murni banyak digunakan dalam industri makanan, farmasi, kosmetik, dan industri-industri lainnya, pemurnian limbah gliserol menjadi gliserol murni umumnya sangat mahal dan tidak efektif. Namun walaupun demikian limbah gliserol dapat diolah kembali dengan cara fermentasi gliserol oleh mikroba sehingga menghasilkan produk-produk yang bermanfaat bagi manusia.

Adapun produk yang dihasilkan seperti alkohol, keton dan asam organik, serta senyawa kimia lain. Jenis alkohol yang dihasilkan antara lain propadienol (PDO), butadienol (BDO), etanol, butanol. Jenis keton dan asam organik yang dihasilkan meliputi dihidroksiasetonfosfat, asam gliserat, asam laktat, asam suksinat, asam sitrat, asam oksalat, polyol, manitol, arabitol, dan eritritol, sedangkan senyawa lain yang dapat dihasilkan dari pengolahan gliserol tersebut adalah PHB, D-xylulose, asam lemak tak jenuh, biohidrogen dan biometana. Beberapa produk di atas seperti etanol, butanol, dan biohidrogen berpotensi menjadi bahan bakar menggantikan minyak bumi yang semakin menipis, sedangkan produk lainnya merupakan bahan kimia yang digunakan bagi berbagai jenis industri.

Penggunaan BioDiesel walaupun memiliki kelemahan yaitu menghasilkan limbah gliserol, namun pemanfaatangliserol ini sangatlah beragam. Dalam hal ini penggunaan biodiesel berpeluang menigkatkan sumber daya enegi yang mumpuni serta mengurangi efek pemanasan global yang disebabkan emisi gas rumah kaca akibat dari pemakaian bahan bakar fosil.

solusi energi alternatif yang aman dan terpercaya

Oleh: Nurfadhilah Rahman*)

Referensi:

Biodiesel biorefinery: opportunities andchallenges for microbial production of fuels and chemicals from glycerol waste

*) Pelajar di Departemen Pendidikan Biologi UPI Bandung dan alumni Pesantren DDI lil-banat Pare-Pare

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *